Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Tentang Diri yang Perlahan Kupahami

Hai kamu, terima kasih ya sudah hadir di sini... Tulisan ini tidak hadir untuk mengajarimu bagaimana seharusnya hidup dijalani. Aku hanya ingin mengajakmu duduk sebentar, bernapas perlahan, lalu bertanya pada diri sendiri... pertanyaan yang sering kita hindari karena terlalu sibuk menjalani hari. Sejauh ini, seberapa kenal kamu dengan dirimu sendiri? Kita hidup di dunia yang sangat ramai. Ramai oleh tuntutan, penilaian, perbandingan, dan ekspektasi yang sering kali tidak kita pilih sendiri. Dalam keramaian itu, kita terbiasa mengenal diri dari apa yang terlihat... peran yang kita jalani, pencapaian yang kita kumpulkan, atau kegagalan yang kita sembunyikan. Padahal, mengenal diri sendiri jauh lebih dalam dari semua itu. Mengenal diri sendiri bukan sekadar tahu apa yang kita sukai atau tidak sukai. Ia adalah proses memahami bagaimana kita bereaksi saat kecewa, bagaimana kita bertahan ketika lelah, dan bagaimana kita memperlakukan diri sendiri ketika segala sesuatu tidak berjalan sesu...

LOVE YOURSELF, From Now On!

Hai kamu, terima kasih ya sudah hadir di sini.. Ada satu hal yang sering kita lakukan tanpa sadar... memberi begitu banyak perhatian pada orang lain, namun lupa menanyakan kabar pada diri sendiri. Tulisan ini lahir dari kesadaran itu. Bahwa mencintai diri sendiri bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang berhenti meninggalkan diri sendiri di tengah perjalanan hidup. Aku sering berpikir, mengapa mencintai orang lain terasa lebih mudah dibanding mencintai diri sendiri? Kita bisa begitu sabar pada kesalahan orang lain, namun begitu keras pada diri sendiri. Padahal, bagaimana mungkin kita mampu memberi cinta yang utuh, jika kita sendiri belum berdamai dengan diri kita? Mencintai diri sendiri bukan tentang keegoisan. Ia adalah fondasi. Tempat kita berpijak agar tidak runtuh setiap kali dunia terasa berat.  Mencintai diri sendiri berarti mengakui bahwa kita lelah. Berani berhenti sejenak tanpa merasa bersalah. Berani menerima bahwa kita sedang bertumbuh, bukan tertinggal. Ia buka...