Hai kamu, terima kasih ya sudah klik blog ini... Ada masa ketika aku merasa seperti hanya menjadi penonton dalam hidupku sendiri. Tubuhku bergerak, tetapi jiwaku tertinggal entah di mana. Hari-hariku diisi rutinitas tanpa makna, bangun, bekerja, tersenyum, tertawa, lalu tidur dalam kelelahan yang tidak aku mengerti asalnya. Aku ada, tapi rasanya tidak benar-benar hidup. Semua terasa kewajiban. Aku melakukan banyak hal bukan karena aku ingin, melainkan karena aku merasa harus. Aku terlalu sibuk menjadi versi terbaik menurut orang lain sampai lupa bertanya "apa sebenarnya yang aku mau". Aku pernah percaya bahwa mencintai diri sendiri itu egois, bahwa mengutamakan perasaan sendiri berarti mengabakan orang lain. Maka aku menekan tangis, tersenyum saat ingin berteriak, dan terus berjalan padahal hatiku merintih. Aku berpura-pura kuat, karena kupikir itu satu-satunya cara untuk bertahan, tapi semua itu justru menjauhkan aku dari diriku sendiri. Sampai pada suatu malam yang tidak a...
Serenity Your Soul