Hai kamu, terima kasih ya sudah klik blog ini... Pernahkah kamu mengingat kembali sebuah ucapan yang sebenarnya sudah terjadi sangat lama? Mungkin kalimat itu diucapkan hanya dalam beberapa detik. Tidak panjang, tidak selalu terdengar seperti sesuatu yang besar, bahkan mungkin orang yang mengucapkannya sudah tidak lagi mengingat apa yang pernah ia katakan. Namun entah mengapa, kalimat itu masih tinggal di dalam kepalamu. Ia muncul kembali ketika kamu sedang sendirian, ketika suasana sedang sepi, atau bahkan ketika ada sesuatu yang tanpa sengaja mengingatkanmu pada hari itu. Kamu mungkin sudah mencoba melupakannya, meyakinkan diri bahwa itu hanya sebuah ucapan, tetapi suara tersebut tetap kembali dan berulang seolah-olah tidak pernah benar-benar pergi. "Ucapanmu mungkin selesai saat itu juga. Tapi bagi orang lain, bisa jadi suara itu terus berulang tanpa henti di kepalanya." — 19 letters (TikTok) Ada kata-kata yang selesai bersamaan dengan percakapan. Setelah diucapkan, orang...
Hai kamu, terima kasih ya sudah klik blog ini... Pernahkah kamu merindukan seseorang yang sebenarnya tidak pernah benar-benar pergi? Seseorang yang dulu begitu dekat, begitu memahami isi hatimu, tetapi sekarang terasa jauh seolah dipisahkan oleh waktu yang panjang. Mungkin awalnya kamu akan membayangkan seorang sahabat, seseorang yang pernah mengisi hari-harimu, atau seseorang yang pernah menjadi rumah bagi banyak cerita. Namun kali ini, aku ingin mengajakmu memikirkan seseorang yang berbeda. Seseorang yang setiap hari ada bersamamu, melihat setiap tangismu, menemani setiap perjuanganmu, dan tetap bertahan bahkan ketika seluruh dunia terasa berjalan menjauh. Seseorang itu adalah dirimu sendiri. Entah sejak kapan, banyak dari kita mulai kehilangan kedekatan dengan diri sendiri. Bukan karena kita sengaja meninggalkannya, melainkan karena hidup perlahan-lahan mengajak kita berlari ke terlalu banyak arah. Kita sibuk mengejar masa depan, sibuk memenuhi ekspektasi, sibuk menjadi kuat, ...