Hai, terima kasih ya sudah klik blog ini..
Hari ini aku tersenyum. Tidak ada alasan besar, tidak ada kabar luar biasa yang mengubah hidupku. Aku tersenyum karena satu hal yang sederhana namun sangat berharga, aku memilih untuk menghargai diriku sendiri.
Dulu, aku sering merasa bahwa kebahagiaan itu harus dicapai setelah sesuatu yang besar terjadi, seperti berhasil meraih mimpi, mendapatkan pengakuan, atau memiliki segalanya. Tapi ternyata, bahagia itu bukan soal nanti. Bahagia adalah soal sekarang.
Dan hari ini, aku ingin bercerita tentang bagaimana aku dan diriku akhirnya bisa tersenyum bersama.
Kadang kita lupa, bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dengan suara gemuruh. Ia datang pelan-pelan, dalam bentuk sederhana.
Seperti ketika kamu menyeduh kopi di pagi hari.
Seperti ketika kamu mendengar lagu favoritmu tanpa gangguan.
Atau sesederhana ketika kamu mengucapkan, "Terima kasih, diriku, sudah sejauh ini bertahan."
Hari ini aku menemukan kebahagiaan itu, di dalam diriku sendiri.
Aku tidak lagi menunggu validasi dari orang lain. Aku tidak lagi membandingkan langkahku dengan langkah orang lain. Karena aku sadar, perjalananku berbeda. Dan itu indah.
Aku ingin mengajak kamu melakukan satu hal sederhana.
Tarik napas dalam-dalam.Tahan sebentar.
Hembuskan perlahan.
Sekarang, pejamkan mata kamu dan tanyakan ini pada diri kamu:
"Apa tiga hal yang bisa aku syukuri hari ini?"
Tidak harus hal besar. Bisa saja sesederhana "Aku bangun pagi ini dengan tubuh yang sehat", "Aku punya teman yang peduli padaku", " Aku masih diberi kesempatan untuk mencoba lagi"
Kalau sudah, tulis di kertas atau catatan ponselmu.
Kenapa harus ditulis? Karena menulis membuat rasa syukur itu lebih nyata, lebih dalam.
Mungkin kamu yang sedang membaca ini dan berpikir, "Tapi hidupku tidak seindah itu." Aku mengerti. Aku juga pernah berada di titik itu. Tapi percayalah, kebahagiaan tidak datang hanya ketika semua masalah selesai. Kebahagiaan datang ketika kita memilih untuk melihat hal baik di tengah semua hal yang kurang.
Hari ini, aku memilih bahagia. aku memilih untuk tidak mengabaikan hal-hal kecil. Aku memilih untuk mencintai diriku sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Dan kamu pun bisa. Karena kamu pantas bahagia. Bukan besok, bukan nanti, tapi hari ini.
Jadi maukah kamu tersenyum bersamaku sekarang?
Bahagia itu sederhana, dan kita bisa menemukannya dalam diri kita sendiri.
Mulailah dari hal kecil, ucapkan terima kasih pada diri kamu, tulis hal-hal yang kamu syukuri, dan beri jeda untuk menikmati momen.
Kalau kamu sudah menemukan alasan untuk bahagia hari ini, tulis di komentar atau di catatanmu. Karena setiap senyum kecil yang kamu pilih hari ini, adalah langkah menuju cinta terbesar, cinta pada diri kamu sendiri.
Hari ini, aku tersenyum. Dan aku berharap, kamu juga.
Terima kasih telah membaca sampai akhir. Semoga tulisan ini bisa menemani hati kamu yang mungkin juga sedang belajar pulih. Pelan-pelan saja. Tidak apa-apa jika belum sepenuhnya baik-baik saja.
Yang penting kamu tetap memilih untuk bertahan.
Sampai bertemu di tulisan berikutnya.
Dari aku,
yang juga sedang belajar mencintai dirinya sendiri.
ヾ(^▽^*)))
Aku berharap tulisan ini bukan hanya sekedar bagian dari blog, namun bisa memberikan refleksi sekaligus harapan untuk kamu yang masih terjebak dalam kebencian bahkan kekecewaan pada diri kamu sendiri.
Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini. Jika ada bagian yang terasa dekat denganmu, mungkin itu karena kita sedang belajar hal yang sama... mencintai diri sendiri dengan cara yang lebih lembut. Kamu tidak perlu menjadi siapa pun selain dirimu sendiri. Apa yang kamu miliki hari ini mungkin adalah doa orang lain. Jaga dirimu baik-baik, dan jangan lupa beristirahat dari dunia jika sudah terlalu bising.
Jika kamu ingin berbagi cerita atau pemikiran setelah membaca tulisan ini,
aku akan senang membacanya di kolom komentar.
Dan jika kamu ingin mengikuti perjalanan tulisanku selanjutnya, aku juga berbagi potongan refleksi di Instagram @riff_xlvii dan @serenesoul.xsolunar
Tulisan ini tidak bertujuan menyelesaikan semua masalahmu. Ia hanya ingin menjadi teman duduk sejenak... menemani, bukan menggurui. Jika setelah membacanya kamu masih membawa beban, tidak apa-apa. Ada hal-hal yang memang tidak selesai hanya dengan kata-kata. Serahkan sisanya pada Tuhan, karena ada hal-hal yang lebih tenang jika tidak kita pikul sendirian.
Terima kasih sudah membaca sejauh ini. Semoga kamu selalu diberi ruang untuk bernafas, dan kekuatan untuk tetap memilih dirimu sendiri.
