Hai kamu, terima kasih ya sudah klik blog ini...
Pernahkah kamu merasa kehilangan arah?
Seakan langkah-langkah yang kamu ambil hanya berputar di tempat, dunia seperti menutup semua jalan, dan pada akhirnya kamu pun mulai kehilangan kendali atas diri kamu sendiri?
Aku tahu rasanya. Di titik itu, aku merasa gagal, tidak dihargai, bahkan oleh orang-orang yang seharusnya mendukungku. Yang lebih menyakitkan, aku sadar bahwa akulah yang menutup pintu bagi diriku sendiri, enggan meminta pertolongan, takut menerima masukan, dan memilih menutup diri.
Mungkin kamu juga pernah berada di posisi ini? Bingung harus melangkah kemana, meski hati ingin sekali berubah. Merasa lelah mencari pangkuan dari orang lain, tapi lupa mengakui diri sendiri. Takut jatuh, sampai akhirnya memilih untuk diam, tanpa sadar semakin tersesat.
Jika iya, ketahuilah bahwa kamu tidak sendiri. Kehilangan arah adalah hal yang manusiawi. Dan justru, dari titik itulah kita bisa belajar kembali, belajar untuk mencintai diri sendiri.
Kenapa semua itu bisa terjadi? Seringkali kita terlalu sibuk berlalu mengejar ekspektasi orang lain, hingga lupa bertanya "Apa yang sebenarnya aku butuhkan?"
Kita ingin dihargai, tapi lupa memberi penghargaan untuk diri sendiri. Kita ingin dicintai, tapi lupa memberi cinta untuk diri sendiri.
Padahal, kehilangan arah buakan akhir dari perjalanan. Itu hanyalah tanda bahwa kita perlu berhenti sejenak, melihat ke dalam diri, dan menata ulang langkah.
Menemukan kembali arah hidup bukan berarti harus langsung tahu tujuan besar. Kamu boleh gagal, kamu boleh kecewa, tapi jangan biarkan itu membuatmu berhenti percaya pada diri kamu. Perasaan tidak dihargai atau penolakan bukan berarti kamu tidak berharga, itu hanyalah bagian dari proses membentuk kamu.
Catat ha-hal kecil yang kamu syukuri setiap hari. Dari situ, kamu akan muali melihat sisi diri kamu yang tetap layak dicintai. Alih-alih mengatakan "Aku gagal", katakan "Aku sedang belajar".
Kehilangan arah bukan berarti perjalananmu selesai. Justru itu adalah kesempatan untuk berhenti, menenangkan diri, lalu menemukan jalan baru dengan hati yang lebih kuat.
Hari ini, sebelum tidur, coba tanyakan pada diri kamu "Apa satu hal kecil yang bisa aku lakukan besok untuk lebih mencintai diri aku sendiri?"
Karena pada akhirnya, dunia mungkin tidak selalu berpihak. Tapi kamu selalu bisa memilih untuk berpihak pada diri kamu sendiri.
Jadi, saat kamu merasa kehilangan arah, ingatlah satu hal, belajarlah mencintai diri kamu lagi. Karena dari sanalah, arah baru akan terbuka.
Terima kasih telah membaca sampai akhir. Semoga tulisan ini bisa menemani hati kamu yang mungkin juga sedang belajar pulih. Pelan-pelan saja. Tidak apa-apa jika belum sepenuhnya baik-baik saja.
Yang penting kamu tetap memilih untuk bertahan.
Sampai bertemu di tulisan berikutnya.
Dari aku,
yang juga sedang belajar mencintai dirinya sendiri.
ヾ(^▽^*)))
Aku berharap tulisan ini bukan hanya sekedar bagian dari blog, namun bisa memberikan refleksi sekaligus harapan untuk kamu yang masih terjebak dalam kebencian bahkan kekecewaan pada diri kamu sendiri.
Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini. Jika ada bagian yang terasa dekat denganmu, mungkin itu karena kita sedang belajar hal yang sama... mencintai diri sendiri dengan cara yang lebih lembut. Kamu tidak perlu menjadi siapa pun selain dirimu sendiri. Apa yang kamu miliki hari ini mungkin adalah doa orang lain. Jaga dirimu baik-baik, dan jangan lupa beristirahat dari dunia jika sudah terlalu bising.
Jika kamu ingin berbagi cerita atau pemikiran setelah membaca tulisan ini,
aku akan senang membacanya di kolom komentar.
Dan jika kamu ingin mengikuti perjalanan tulisanku selanjutnya, aku juga berbagi potongan refleksi di Instagram @riff_xlvii dan @serenesoul.xsolunar
Tulisan ini tidak bertujuan menyelesaikan semua masalahmu. Ia hanya ingin menjadi teman duduk sejenak... menemani, bukan menggurui. Jika setelah membacanya kamu masih membawa beban, tidak apa-apa. Ada hal-hal yang memang tidak selesai hanya dengan kata-kata. Serahkan sisanya pada Tuhan, karena ada hal-hal yang lebih tenang jika tidak kita pikul sendirian.
Terima kasih sudah membaca sejauh ini. Semoga kamu selalu diberi ruang untuk bernafas, dan kekuatan untuk tetap memilih dirimu sendiri.