Hai kamu, terima kasih ya sudah klik blog ini...
Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu merasa berjalan sendirian, bahkan ditengah keramaian. Saat dunia seakan tidak mendengar suara hati kamu, dan orang-orang di sekelilingmu hanya melihat apa yang tampak di luar, bukan apa yang benar-benar kamu rasakan di dalam.
Dan di momen-momen seperti itu, kamu mungkin mulai bertanya-tanya "Apakah aku terlalu rumit untuk dipahami?" "Apakah aku terlalu berlebihan karena merasa seperti ini?"
Tidak. Kamu tidak berlebihan. Kamu tidak terlalu rumit. Kamu hanya manusia, manusia yang memiliki perasaan yang kadang tidak bisa diterjemahkan dengan kata-kata.
Sering kali kita tumbuh dengan keyakinan bahwa kita harus selalu dimengerti oleh orang lain agar bisa merasa layak. Padahal, tidak ada satu pun yang benar-benar bisa memahami seluruh isi hati kita selain diri kita sendiri. Bahkan orang yang paling mencintai kamu sekalipun sekalipun mungkin tidak akan pernah sepenuhnya mengerti apa yang kamu alami, apa yang kamu tanggung, atau bagaimana luka itu terbentuk.
Dan itu tidak apa-apa.
Karena memahami diri sendiri jauh lebih penting daripada dimengerti oleh siapa pun. Saat kamu belajar mendengarkan diri kamu sendiri, menerima setiap rasa lelah, kecewa, bahkan amarah yang kamu simpan dalam diam, di sanalah proses penyembuhan dimulai.
Kamu tidak perlu menjelaskan segalanya kepada dunia. Kamu tidak harus membuktikan apapun kepada siapa pun. Cukup peluk diri kamu sendiri dan katakan "Aku tahu ini berat, tapi aku tetap disini untuk aku sendiri."
Self-love bukan tentang menjadi kuat setiap saat. Bukan pula tentang selalu merasa bahagia atau percaya diri. Terkadang, self love adalah tentang duduk sendirian dalam kesunyian dan berkata, "Aku mengerti diriku, bahkan ketika tidak ada yang lain yang melakukannya."
Jadi jika hari ini kamu merasa tidak dipahami, jangan biarkan itu membuatmu meragukan nilai diri kamu. Jangan biarkan kesalahpahaman orang lain membuatmu percaya bahwa kamu harus berubah agar bisa diterima.
Kamu cukup sebagaimana kamu adanya.
Dan jika satu-satunya orang yang memahami diri kamu hanyalah kamu sendiri, maka itu sudah lebih dari cukup.
Cinta terbesar tidak datang dari luar. tapi dari dalam, dari kemampuan kamu untuk tetap memeluk diri kamu sendiri, bahkan saat dunia tidak mengerti siapa kamu.
Terima kasih telah membaca sampai akhir. Semoga tulisan ini bisa menemani hati kamu yang mungkin juga sedang belajar pulih. Pelan-pelan saja. Tidak apa-apa jika belum sepenuhnya baik-baik saja.
Yang penting kamu tetap memilih untuk bertahan.
Sampai bertemu di tulisan berikutnya.
Dari aku,
yang juga sedang belajar mencintai dirinya sendiri.
ヾ(^▽^*)))
Aku berharap tulisan ini bukan hanya sekedar bagian dari blog, namun bisa memberikan refleksi sekaligus harapan untuk kamu yang masih terjebak dalam kebencian bahkan kekecewaan pada diri kamu sendiri.
Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini. Jika ada bagian yang terasa dekat denganmu, mungkin itu karena kita sedang belajar hal yang sama... mencintai diri sendiri dengan cara yang lebih lembut. Kamu tidak perlu menjadi siapa pun selain dirimu sendiri. Apa yang kamu miliki hari ini mungkin adalah doa orang lain. Jaga dirimu baik-baik, dan jangan lupa beristirahat dari dunia jika sudah terlalu bising.
Jika kamu ingin berbagi cerita atau pemikiran setelah membaca tulisan ini,
aku akan senang membacanya di kolom komentar.
Dan jika kamu ingin mengikuti perjalanan tulisanku selanjutnya, aku juga berbagi potongan refleksi di Instagram @riff_xlvii dan @serenesoul.xsolunar
Tulisan ini tidak bertujuan menyelesaikan semua masalahmu. Ia hanya ingin menjadi teman duduk sejenak... menemani, bukan menggurui. Jika setelah membacanya kamu masih membawa beban, tidak apa-apa. Ada hal-hal yang memang tidak selesai hanya dengan kata-kata. Serahkan sisanya pada Tuhan, karena ada hal-hal yang lebih tenang jika tidak kita pikul sendirian.
Terima kasih sudah membaca sejauh ini. Semoga kamu selalu diberi ruang untuk bernafas, dan kekuatan untuk tetap memilih dirimu sendiri.