Hai kamu, terima kasih ya sudah klik blog ini...
Pernahkah kamu merasa hidup ini seperti sebuah permainan yang tidak pernah adil? Setiap kali kamu mencoba melangkah maju, selalu ada sesuatu yang membuatmu tersandung. Setiap kali kamu sudah hampir sampai di tujuan, sebuah rintangan datang menghantam dengan keras.
Jika kamu pernah merasa seperti itu, kamu tidak sendirian. Kita semua pernah jatuh. Bahkan mungkin lebih sering daripada yang kita sadari. Namun, yang membedakan bukan seberapa sering kita jatuh, melainkan seberapa besar keberanian kita untuk bangkit kembali.
Kenapa kita harus jatuh? Sejujurnya, tidak ada yang suka jatuh. Jatuh itu sakit. Rasanya membuat kita mempertanyakan banyak hal "Kenapa harus aku?", "Kenapa selalu gagal?", "Apa aku memang tidak cukup baik?"
Tapi pernahkah kamu berkpikir bahwa setiap kali kamu jatuh, kamu sedang diajarkan sesuatu? Bahwa ada pelajaran yang hanya bisa kamu pahami ketika kamu berada di titik terendah?
Jatuh itu bukan hukuman. Jatuh adalah proses. Ia seperti guru yang keras tapi adil. Ia mengajarkanmu kesabaran, kekuatan, dan arti menerima diri apa adanya.
Setiap goresan luka yang kamu bawa adalah tanda bahwa kamu berani mencoba. Luka itu mungkin menyakitkan, tapi percayalah, dari luka itulah kamu kan menemukan kekuatan yang tidak pernah kamu duga.
Bayangkan jika kamu pernah jatuh. Kamu mungkin tidak akan tahu seberapa hebat diri kamu ketika bangkit. Kamu tidak akan pernah tahu betapa kuatnya kamu ketika menghadapi rasa sakit, kehilangan, dan kecewa.
Jadi, jangan malu dengan luka. Jangan sembunyikan jatuhmu. Karena justru dari situlah kekuatanmu tumbuh.
Sering kali kita berpikir bahwa bangkit berarti harus segera kemblai berlari. Padahal, bangkit itu bisa pelan. Kamu tidak harus langsung kuat, kamu tidak harus langsung tersenyum, dan kamu tidak harus berpura-pura baik-baik saja.
Bangkit itu proses. Kamu boleh berjalan pelan, kamu boleh berhenti sejenak untuk menghela napas, kamu bahkan boleh menangis. Yang penting, kamu tidak menyerah. Karena selama kamu memilih untuk bangkit kamu suda menang melawan rasa putus asa.
Kadang kita merasa lemah karena membandingkan diri dengan orang lain. Kita melihat mereka tampak baik-baik saja, sementara kita berkali-kali jatuh. Tapi ingat, kamu tidak tahu berapa kali mereka jatuh sebelum sampai di titik itu. Kamu tidak tahu luka yang mereka sembunyikan di balik senyum mereka.
Jadi berhentilah membandingkan. Setiap orang punya jalannya sendiri. Ini bukan perlombaan. Ini tentang bagaimana kamu tetap melangkah, meski tertatih.
Berapa kali kamu jatuh? Sebanyak itulah kamu jadi lebih kuat
Hitunglah, sudah berapa kali kamu jatuh dalam hidup ini? Satu kali? Lima kali? Sepuluh kali? Lalu lihat dirimu sekarang. Kamu masih disini. Kamu masih bertahan. Itu artinya kamu lebih kuat dari yang kamu pikirkan.
Kekuatan bukan berarti tidak pernah jatuh. Kekuatan adalah keberanian untuk bangkit, lagi dan lagi, meski rasanya sulit.
Jadi, lain kali jika kamu jatuh, jangan katakan, "Aku gagal" Katakan, "Aku sedang belajar. Aku sedang bertumbuh
Terima kasih telah membaca sampai akhir. Semoga tulisan ini bisa menemani hati kamu yang mungkin juga sedang belajar pulih. Pelan-pelan saja. Tidak apa-apa jika belum sepenuhnya baik-baik saja.
Yang penting kamu tetap memilih untuk bertahan.
Sampai bertemu di tulisan berikutnya.
Dari aku,
yang juga sedang belajar mencintai dirinya sendiri.
ヾ(^▽^*)))
Aku berharap tulisan ini bukan hanya sekedar bagian dari blog, namun bisa memberikan refleksi sekaligus harapan untuk kamu yang masih terjebak dalam kebencian bahkan kekecewaan pada diri kamu sendiri.
Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini. Jika ada bagian yang terasa dekat denganmu, mungkin itu karena kita sedang belajar hal yang sama... mencintai diri sendiri dengan cara yang lebih lembut. Kamu tidak perlu menjadi siapa pun selain dirimu sendiri. Apa yang kamu miliki hari ini mungkin adalah doa orang lain. Jaga dirimu baik-baik, dan jangan lupa beristirahat dari dunia jika sudah terlalu bising.
Jika kamu ingin berbagi cerita atau pemikiran setelah membaca tulisan ini,
aku akan senang membacanya di kolom komentar.
Dan jika kamu ingin mengikuti perjalanan tulisanku selanjutnya, aku juga berbagi potongan refleksi di Instagram @riff_xlvii dan @serenesoul.xsolunar
Tulisan ini tidak bertujuan menyelesaikan semua masalahmu. Ia hanya ingin menjadi teman duduk sejenak... menemani, bukan menggurui. Jika setelah membacanya kamu masih membawa beban, tidak apa-apa. Ada hal-hal yang memang tidak selesai hanya dengan kata-kata. Serahkan sisanya pada Tuhan, karena ada hal-hal yang lebih tenang jika tidak kita pikul sendirian.
Terima kasih sudah membaca sejauh ini. Semoga kamu selalu diberi ruang untuk bernafas, dan kekuatan untuk tetap memilih dirimu sendiri.