Hai kamu, terima kasih ya sudah klik blog ini...
Pernahkah kamu tiba-tiba berhenti di tengah langkah dan menyadari betapa cepatnya dunia ini berjalan? Seolah semuanya berlomba untuk sampai lebih dulu, bahkan ketika kita sendiri belum tahu tujuan akhirnya. Di tengah hiruk pikuk itu, sering kali kita lupa bahwa hidup tidak selalu tentang berlari, kadang ia tentang berhenti dan mendengar.
Aku ingin mengajak kamu melakukan sesuatu hari ini, berhentilah sejenak. Letakkan segala hal yang sedang kamu pikirkan. Tarik napas perlahan, lalu hembuskan pelan-pelan. Dengarkan angin yang menyapa kulitmu. Rasakan bagaimana setiap hembusannya membawa pesan lembut, seolah berkata, "Tenanglah, kamu tidak harus terburu-buru."
Kita sering berpikir bahwa kedamaian akan datang setelah semua masalah selesai. Setelah tujuan tercapai. Setelah luka sembuh. Namun, sesungguhnya ketenangan tidak pernah pergi, ia selau ada di dalam diri kamu, menunggu untuk kamu temui. Dan terkadang, yang perlu kita lakukan hanyalah memberi ruang bagi diri sendiri untuk mendengarkannya.
Mungkin belakangan ini kamu merasa lelah, terlalu banyak hal yang harus dikejar, terlalu banyak ekspektasi yang harus dipenuhi. Dunia menuntutmu untuk kuat, Bahkan ketika kamu hanya ingin diam. Tapi ketahuialah, memilih diam bukan berarti menyerah. Berhenti sejenak bukan berarti kalah. Itu adalah cara paling sederhana untuk mengatakan pada diri kamu sendiri, "Aku berharga, bahkan ketika aku tidak melakukan apa-apa."
Dengarkan baik-baik, bisikan lembut itu. Ia tidak datang dari luar, melainkan dari dalam diri kamu sendiri, dari hati yang ingin dirangkul, dari jiwa yang ingin disapa. Ia mengingatkan kamu bahwa kamu tidak sendirian, tidak harus selalu kuat, dan tidak perlu menjadi sempurna untuk berhak atas kedamaian.
Dan saat angin kembali berhembus pelan, biarkan ia menjadi pengingat tentang bukanlah tempat yang harus kamu cari jauh-jauh. Ia ada disini, di dalam diri kamu, menunggu untuk kamu temui setiap kali dunia terasa terlalu bising.
Tenang bukan berarti dunia berhenti berisik, tapi tentang hati yang tetap damai meski segalanya tidak lagi sama. Ketenangan tidak datang saat semuanya baik-baik saja, tetapi saat kita belajar menerima bahwa tidak semua hal harus berjalan sempurna.
Terima kasih telah membaca sampai akhir. Semoga tulisan ini bisa menemani hati kamu yang mungkin juga sedang belajar pulih. Pelan-pelan saja. Tidak apa-apa jika belum sepenuhnya baik-baik saja.
Yang penting kamu tetap memilih untuk bertahan.
Sampai bertemu di tulisan berikutnya.
Dari aku,
yang juga sedang belajar mencintai dirinya sendiri.
ヾ(^▽^*)))
Aku berharap tulisan ini bukan hanya sekedar bagian dari blog, namun bisa memberikan refleksi sekaligus harapan untuk kamu yang masih terjebak dalam kebencian bahkan kekecewaan pada diri kamu sendiri.
Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini. Jika ada bagian yang terasa dekat denganmu, mungkin itu karena kita sedang belajar hal yang sama... mencintai diri sendiri dengan cara yang lebih lembut. Kamu tidak perlu menjadi siapa pun selain dirimu sendiri. Apa yang kamu miliki hari ini mungkin adalah doa orang lain. Jaga dirimu baik-baik, dan jangan lupa beristirahat dari dunia jika sudah terlalu bising.
Jika kamu ingin berbagi cerita atau pemikiran setelah membaca tulisan ini,
aku akan senang membacanya di kolom komentar.
Dan jika kamu ingin mengikuti perjalanan tulisanku selanjutnya, aku juga berbagi potongan refleksi di Instagram @riff_xlvii dan @serenesoul.xsolunar
Tulisan ini tidak bertujuan menyelesaikan semua masalahmu. Ia hanya ingin menjadi teman duduk sejenak... menemani, bukan menggurui. Jika setelah membacanya kamu masih membawa beban, tidak apa-apa. Ada hal-hal yang memang tidak selesai hanya dengan kata-kata. Serahkan sisanya pada Tuhan, karena ada hal-hal yang lebih tenang jika tidak kita pikul sendirian.
Terima kasih sudah membaca sejauh ini. Semoga kamu selalu diberi ruang untuk bernafas, dan kekuatan untuk tetap memilih dirimu sendiri.